Keutamaan Qurban

Rasululah SAW bersabda,tidaklah ada amalan ibnu adam

pada hari raya Adha yang lebih dicintai oleh ALLAH SWT

selain mengeluarkan darah(menyembelih hewan qurban).

Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari Kiyamat

nanti lengkap dengan tanduk,kulit dan bulunya.

Dan sesungguhnya darah hewan itu akan diterima

ALLAH SWT sebelum jatuh ketanah,maka ihklaskan

hatimu dalam melakukannya ( HR Ibnu Majah)

Hikmah Qurban
~ Taqarrub (pendekatan) kepada Allah subhaanahu wa ta’ala
~ Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim dan semangat pengorbanannya
~ Berbagi suka kepada keluarga, kerabat, sahaya dan fakir miskin
~ Tanda kesyukuran kepada Allah subhaanahu wa ta’ala atas karunia-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

“Hari-hari ini(Hari Kurban&Tasyriq) adalah hari makan dan

minum serta berdzikir kepada Allah shubhaana wa ta’ala ” (HR. Muslim)

Syarat Hewan yang Dijadikan Udhiyah
Udhiyah tidak sah kecuali pada unta, sapi dan kambing :
1. Unta minimal 5 tahun
2. Sapi minimal 2 tahun
3. Domba minimal 6 bulan
4. Kambing biasa minimal 1 tahun

Dan tidak mengapa menyembelih hewan yang telah dikebiri, sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Abu Rafi radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam menyembelih dua ekor domba yang berwarna putih bercampur hitam yang sudah dikebiri (HR. Ahmad).

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Udhiyah
Merupakan syarat dari udhiyah adalah bebas dari aib/ cacat. Karenanya tidak boleh menyembelih hewan yang memiliki cacat, diantaranya :
1. Yang sakit dan tampak sakitnya
2. Yang buta sebelah dan tampak pecaknya
3. Yang pincang dan tampak kepincangannya
4. Yang sangat kurus sehingga tidak bersumsum lagi
5. Yang hilang sebahagian besar tanduk atau telinganya
6. Dan yang termasuk tidak pantas untuk dijadikan udhiyah adalah yang pecah atau tanggal gigi depannya, yang pecah selaput tanduknya, yang buta, yang mengitari padang rumput namun tidak merumput dan yang banyak kudisnya.

Waktu Penyembelihan
Penyembelihan dimulai seusai shalat ‘Iedul Adha, adapun waktu berakhirnya sebagian ulama berpendapat saat terbenamnya matahari pada tanggal 12 Dzulhijjah, namun yang rojih waktunya berakhir pada hari terakhir dari hari-hari tasyrik yaitu sebelum terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. -Wallahu A’lam-

Dari Al Baro’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya :

“Sesungguhnya yang pertama kali dilakukan pada hari (‘Iedul Adha) ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih (udhiyah). Barangsiapa yang melakukan seperti ini maka telah sesuai dengan sunnah kami dan barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka sembelihan itu hanyalah daging untuk keluarganya dan tidak termasuk nusuk (ibadah)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Do’a yang dibaca Saat Menyembelih
“ Bismillahi Allahu Akbar” (Dengan nama Allah, Allah Yang Maha Besar)
Dan boleh ditambah :
“Allahumma Hadza Minka Walaka Allahumma Hadza ’An…….”
Ya Allah, sembelihan ini dari-Mu dan bagi-Mu. Ya Allah sembelihan ini atas nama ……(menyebutkan nama yang berkurban)” (HSR. Abu Daud)

Urutan Udhiyah yang afdhal
Urutan hewan yang afdhal disembelih adalah unta lalu sapi kemudian kambing, hal ini berdasarkan hadits tentang keutamaan bergegas dalam  bersabda, “Barangsiapa mandi menghadiri shalat Jumat, Nabi Muhammad  hari Jumat sebagaimana mandi janabah kemudian berangkat ke mesjid maka seakan-akan dia berkurban dengan unta, barangsiapa datang di waktu kedua maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor sapi, barangsiapa datang pada waktu ketiga maka seakan-akan dia berkurban dengan domba bertanduk…( HR. Bukhari dan Muslim).

Beberapa Hukum Yang Berkenaan Dengan Udhiyah
Jika seseorang menyembelih udhiyah maka amalan itu telah mencakup pula seluruh anggota keluarganya (R. Tirmidzi dan Malik dengan sanad yang hasan)
Boleh bergabung tujuh orang pada satu udhiyah yang berupa unta atau sapi (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)
Disunnahkan untuk membagi udhiyah menjadi tiga bagian : Sepertiga buat yang berkurban, sepertiga dihadiahkan dan sepertiga disedekahkan.
Dibolehkan memindahkan hewan kurban ketempat atau negeri lain.
Tidak boleh menjual kulit dan daging sembelihan.
Tidak boleh memberikan kepada penjagal (tukang sembelih) upah dengan daging tersebut dan hendaknya upah diambil dari selainnya (R. Muslim dari Ali radhiyallahu ‘anhu ).
Disunnahkan juga bagi yang mampu untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya .
Barang siapa yang bermaksud untuk berkurban maka dilarang baginya memotong kuku dan rambutnya atau bulu yang melekat dibadannya sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah (HR. Muslim). Namun jika ia memotongnya, maka tidak ada kaffarah (tebusan) baginya namun hendaknya ia beristigfar kepada Allah shubhaana wa ta’ala, dan hal ini tidak menghalanginya untuk berkurban.

Hendaknya menyembelih dengan pisau, parang (atau sejenisnya) yang tajam agar tidak menyiksa hewan sembelihan.

Secara umum makin berkualitas daging kurban itu dan mahal harganya maka itu lebih afdhal, hal ini  ketika beliau ditanya budak mana yangrberdasarkan sabda Nabi Muhammad  afdhal dimerdekakan, beliau menjawab : “Yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: